PERBEDAAN HASIL KADAR HEMATOKRIT METODE MIKROHEMATOKRIT DENGAN ANTIKOAGULAN EDTA CAIR DAN SERBUK

Syafa’ati, Fatima Lutfi, G0C014004 (2017) PERBEDAAN HASIL KADAR HEMATOKRIT METODE MIKROHEMATOKRIT DENGAN ANTIKOAGULAN EDTA CAIR DAN SERBUK. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Semarang.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (185kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (301kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (301kB) | Preview
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (297kB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (185kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (128kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (172kB) | Preview

Abstract

Hematokrit merupakan presentase volume seluruh eritrosit yang ada didalam darah yang nilainya dinyatakan dalam persen (%). Pemeriksaan hematokrit menggunakan antikoagulan salah satunya yaitu EDTA. EDTA bisa digunakan dalam bentuk cair maupun serbuk. EDTA cair yaitu antikoagulan yang dipakai dalam bentuk cair dengan konsentrasi 10% dengan perbandingan 10 µl/ 1ml darah, sedangkan EDTA serbuk yaitu Na2EDTA bentuk serbuk yang masih murni dan belum diencerkan dengan perbandingan 1mg/1ml darah. Ketidaktepatan volume penggunaan antikoagulan EDTA akan berpengaruh terhadap hasil pemeriksaan hematokrit karena penambahan volume EDTA yang lebih banyak dari ketentuan akan menyebabkan darah menjadi lebih encer sehingga nilai hematokrit yang seharusnya normal akan menurun dibawah batas normal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil kadar hematokrit metode mikrohematokrit dengan penambahan antikoagulan EDTA cair dan serbuk. Jenis penelitian ini adalah analitik. Sampel didapat dari 30 responden DIII Analis Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang yang bersedia ikut dalam penelitian ini dan diuji menggunakan perangkat lunak SPSS for window versi 16.0. Hasil pemeriksaan menunjukkan rata – rata pemeriksaan kadar hematokrit mikro dengan penambahan antikoagulan EDTA cair adalah 39.26 %, sedangkan EDTA serbuk adalah 37.10%. Berdasarkan uji statistik Shapiro Wilk didapatkan hasil nilai sig sebesar 0.049<0.05 (alpha) sehingga data berdistribusi tidak normal. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sampel dengan penambahan antikoagulan EDTA cair dan EDTA serbuk. Kata kunci: kadar hematokrit, antikoagulan EDTA serbuk, EDTA cair

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Call Number: 243/D3.Ana/XII/2017
Subjects: R Medicine > Health Analyst
Divisions: Faculty of Nursing and Health > D3 Health Analyst
Depositing User: perpus unimus
Date Deposited: 06 Dec 2017 07:29
Last Modified: 13 Feb 2018 07:40
URI: http://repository.unimus.ac.id/id/eprint/1046

Actions (login required)

View Item View Item