KAJIAN RISIKO PEKERJAAN PADA PETUGAS SAMPLING DARAH PASIEN DI RSUD K.R.M.T WONGSONEGORO SEMARANG

SETIMA, LUH AYU APRILINA HESTI, A2A215024 (2017) KAJIAN RISIKO PEKERJAAN PADA PETUGAS SAMPLING DARAH PASIEN DI RSUD K.R.M.T WONGSONEGORO SEMARANG. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Semarang.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (252kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB 1.pdf

Download (280kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (358kB) | Preview
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (296kB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (437kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (489kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (277kB) | Preview

Abstract

risiko terhadap keselamatan dan kesehatan kerja yang rendah. Potensi bahaya dan risiko tersebut dapat bersumber dari alat dan bahan, mesin yang digunakan, proses kerja, lingkungan kerja yang tidak aman, keterbatasan pekerja, perilaku selamat pekerja yang rendah, kondisi kerja yang tidak ergonomi, serta pengorganisasian pekerjaan, dan budaya kerja yang tidak kondusif . Adanya risiko pada petugas laboratorium khususnya petugas sampling darah menjadi alasan perlu dilaksanakannya risk assessment pada setiap tahapan pekerjaan untuk mengetahui faktor risiko apa saja yang mempengaruhi terjadinya kecelakaan kerja pada petugas sampling darah pasien di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kualitatif dengan informan 5 orang, kemudian hasil observasi dan wawancara dianalisis secara diskriptif . Hasil : Bahaya yang teridentifikasi dengan risiko sangat tinggi pada pekerjaan pengambilan sampling darah pasien yaitu saat mengambil sampel darah dengan nilai risiko yang didapat 500 ( Sangat tinggi ) dan Membereskan alat dengan nilai risiko yang didapat 500 ( Sangat tinggi ). Simpulan : Berdasarkan hasil penelitian risiko yang dihadapi petugas sampling darah yaitu tertusuk jarum, hal itu bisa terjadi pada saat mengambil darah dan membereskan alat, pengendalian yang dapat dilakukan adalah pemberian pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja, bekerja dengan SOP yang ada . Kata Kunci : Kajian Risiko, Petugas Sampling Darah Background : An accident happened as a result of low management on potentially danger and risk towards health and safety. It may comes from tools and materials, machines, working process, unsafe environment, workers limitations and low safety attitude, non-ergonomic working condition, job organisations, and improper working culture. Apotential risk to laboratory officer especially a blood sampling officer is the reason of why we need to do a risk assessment in every stage of work to notice each risk factors which can make an accident for a patients blood sampling officer at RSUD Wongsonegoro Semarang. Method: A qualitative method, which is aimed to get facts we would like to know an then descrine it without data manipulations. Observation and descriptive analysis interview result. Results: In the syringe taking working stage, we found risk value 300 (priority 1), mechanically taking blood sample valued 500 points (very high), ergonomic hazard risk value 300 (priority 1), putting blood sample into a beaker glass resulting 300 points (priority 1). While tools cleaning job have risk valie 500 points (very high). Conclusion: From every working stage need control, for example a health and safety training and SOP based working culture. Keywords: risk assessment, blood sampling office

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Call Number: 103/S1FKM/I/2018
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Faculty of Public Health > S1 Public Health
Depositing User: perpus unimus
Date Deposited: 07 Dec 2017 02:51
Last Modified: 31 Jan 2018 01:52
URI: http://repository.unimus.ac.id/id/eprint/1057

Actions (login required)

View Item View Item