KORELASI LUAS PERFORASI MEMBRAN TIMPANI TERHADAP DERAJAT KETULIAN TIPE HANTARAN PADA PENDERITA OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK DI RSUD KOTA SEMARANG

Amalia, Rizki, h2a011039 (2015) KORELASI LUAS PERFORASI MEMBRAN TIMPANI TERHADAP DERAJAT KETULIAN TIPE HANTARAN PADA PENDERITA OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK DI RSUD KOTA SEMARANG. Undergraduate thesis, UNIMUS.

[img]
Preview
Text
abstrak.pdf

Download (61kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (79kB) | Preview
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (94kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (383kB) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (256kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (62kB) | Preview
[img]
Preview
Text
daftar pustaka.pdf

Download (74kB) | Preview

Abstract

Latar Belakang : Otitis media supuratif kronik (OMSK) atau dahulu disebut otitis media perforata (OMP) merupakan infeksi kronik pada telinga tengah disertai perforasi membran timpani dan pengeluaran sekret secara hilang timbul atau menetap dari telinga tengah. Berdasarkan pernyataan diatas, OMSK biasanya disertai dengan adanya ketulian yang umumnya berupa tuli konduktif. Di Indonesia sekitar 4,2 – 9,2 % populasi mengalami ketulian . Penyebab terbanyak ketulian yaitu sumbatan serumen sebanyak 13,2 %, lainnya disebabkan karena otitis media serosa sebanyak 0,3 %; perforasi membran timpani yang kering 2,6 %; dan OMSK sebanyak 3,2 %. Faktor yang dapat mempengaruhi ketulian salah satunya adalah perforasi membran timpani. Penelitian ini bertujuan untuk mengkorelasikan luas perforasi membran timpani terhadap derajat ketulian tipe hantaran pada penderita otitis media supuratif kronik di RSUD Kota Semarang. Metode : Penelitian ini merupakan studi observasional dengan pendekatan Cross Sectional yang dianalisis dengan uji korelasi kendall’s tau b yang meliputi analisis univariat dan bivariat. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 49 sampel telinga yang memenuhi kriteria inklusi diambil dari data primer di RSUD Kota Semarang. Hasil : Hasil analisis bivariat dari 49 sampel, menunjukkan bahwa signifikansi sebesar 0,000 atau lebih kecil batas signifikansi sebesar 0,05. Artinya secara statistik bahwa ada hubungan yang signifikan antara luas perforasi membran timpani dengan derajat ketulian. Sedangkan nilai korelasi sebesar 0,632. Dalam skala korelasi antara 0 - 1, nilai korelasi sebesar 0,632 dapat diartikan bahwa ada korelasi yang cukup kuat antara kedua variabel yang diteliti. Simpulan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 49 sampel yang diteliti, 34 sampel telinga di THT RSUD Kota Semarang (69,4%) mempunyai luas perforasi membran timpani dalam kategori sedang atau ¼ - ½ bagian. Sedangkan pada pemeriksaan derajat ketulian, terdapat 25 sampel telinga dari 49 sampel (51 %) menderita gangguan pendengaran dalam kategori ringan. Penelitian ini menyatakan ada hubungan antara luas perforasi membran timpani dengan derajat ketulian tipe hantaran pada penderita otitis media supuratif kronik di RSUD Kota Semarang.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Call Number: 032/KTI/2015
Contributors Thesis: 1. dr. Wahyu Budi Martono, Sp.THT-KL, Msi.Med 2. dr. Andra Novitasari
Subjects: R Medicine > RF Otorhinolaryngology
Divisions: Faculty of Medical > S1 Medical
Depositing User: perpus unimus
Date Deposited: 01 Feb 2018 08:50
Last Modified: 24 Jan 2019 07:11
URI: http://repository.unimus.ac.id/id/eprint/1497

Actions (login required)

View Item View Item