PERBEDAAN RISIKO MIOPIA ANTARA ANAK USIA 9-10 TAHUN YANG SERING BERAKTIVITAS DI LUAR RUANGAN DAN YANG JARANG BERAKTIVITAS DI LUAR RUANGAN

Pramono, Rizki Setiawan, H2A011040 (2015) PERBEDAAN RISIKO MIOPIA ANTARA ANAK USIA 9-10 TAHUN YANG SERING BERAKTIVITAS DI LUAR RUANGAN DAN YANG JARANG BERAKTIVITAS DI LUAR RUANGAN. Sarjana (S1/D4) thesis, UNIMUS.

[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (52kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (72kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (198kB) | Preview
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (110kB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (139kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (59kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (63kB) | Preview

Abstract

Latar Belakang: Miopia merupakan salah satu penyebab paling sering dari tajam penglihatan yang menurun pada usia anak sekolah. Salah satu faktor yang berpengaruh dalam hal ini adalah aktivitas di luar ruangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan risiko miopia antara anak usia 9-10 tahun yang sering beraktivitas di luar ruangan dan yang jarang beraktivitas di luar ruangan. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain cross sectional yang dianalisis dengan uji Chi Square yang meliputi analisis univariat, bivariat, dan multivariat terhadap variabel jenis kelamin, jarak membaca, lama membaca, pemakaian komputer, lama menonton TV, dan aktivitas fisik di luar ruangan terhadap status refraksi. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 176 responden. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Hasil: Hasil uji Chi Square dari 176 anak menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara variabel jarak baca (p=0,000), lama membaca (p=0,002), lama menonton TV (p=0,023), dan aktivitas fisik di luar ruangan (p=0,000) terhadap status refraksi. Sedangkan tidak ada hubungan antara variabel jenis kelamin (p=0,771) dan pemakaian komputer (p=0,811) terhadap status refraksi. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa jarak baca (p=0,000) adalah variabel yang paling berpengaruh terhadap status refraksi. Simpulan: Ada hubungan yang bermakna antara status refraksi dan aktivitas fisik di luar ruangan.

Item Type: Thesis (Sarjana (S1/D4))
Call Number: 040/KTI/2015
Subjects: R Medicine > RE Ophthalmology
Divisions: Faculty of Medical > S1 Medical
Depositing User: perpus unimus
Date Deposited: 01 Feb 2018 08:55
Last Modified: 01 Feb 2018 08:55
URI: http://repository.unimus.ac.id/id/eprint/1498

Actions (login required)

View Item View Item