HUBUNGAN LAMA DAN DURASI KERJA DENGAN KEJADIAN DERMATITIS OKUPASIONAL PADA PEKERJA PEMBUAT TEUR ASIN DI KABUPATEN BREBES

Nugroho, Wisnu Haryo, H2A014042 (2018) HUBUNGAN LAMA DAN DURASI KERJA DENGAN KEJADIAN DERMATITIS OKUPASIONAL PADA PEKERJA PEMBUAT TEUR ASIN DI KABUPATEN BREBES. Undergraduate thesis, UNIMUS.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (314kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (240kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (724kB) | Preview
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (512kB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (510kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (54kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (327kB) | Preview

Abstract

Latar belakang: Kabupaten Brebes merupakan penghasil telur terbesar di Indonesia. Dengan meningkatnya jumlah Industri rumahan di daerah tersebut, menyebabkan meningkatnya penyerapan tenaga kerja, namun tidak diikuti oleh prosedur kesehatan kerja yang layak seperti tidak menggunakan alat pelindung diri saat bekerja, sehingga mengakibatkan kasus penyakit akibat kerja meningkat seperti penyakit kulit. Penyakit akibat kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan, alat kerja, bahan, proses dan lingkungan kerja. Salah satu penyakit akibat kerja adalah dermatitis akibat kerja (okupasional). Dermatitis akibat kerja adalah kelainan kulit yang disebabkan oleh kontak dengan zat tertentu di tempat kerja, yang biasanya terjadi pada pekerja yang bersentuhan langsung dengan bahan di tempat kerja. Dermatitis kontak dibagi menjadi dua macam, dermatitis kontak iritan, yaitu dermatitis yang terjadi tanpa respon imunologis dan dermatitis kontak alergi yang diakibatkan mekanisme imunologis spesifik melalui proses sensitisasi. Tujuan: Mengetahui hubungan lama dan durasi kerja dengan kerjaadian dermatitis okupasional pada pekerja pembuat telur asin di Kabupaten Brebes. Metode:Penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dari pekerja pembuat telur asin di Kelurahan Limbangan Wetan. Menggunakan data primer berupa kuesioner Kriteria Mathias. Hasil: Hasil analisis bivariat didapatkan variabel lama kerja dengan kejadian dermatitis okupasional dengan nilai p = 0,021 (<0,05). Durasi kerja dengan kejadian dermatitis okupasional dengan nilai p = 0,031 (<0,05). Hasil analisis multivariat didapatkan variabel bebas yang paling signifikan adalah durasi kerja dengan OR 3,990. Kesimpulan: terdapat hubungan lama durasi kerja dengan kejadian dermatitis okupasional. Jenis yang paling banyak adalah dermaitis kontak iritan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > RL Dermatology
Divisions: Faculty of Medical > S1 Medical
Depositing User: perpus unimus
Date Deposited: 17 Jul 2018 01:57
Last Modified: 17 Jul 2018 01:57
URI: http://repository.unimus.ac.id/id/eprint/1853

Actions (login required)

View Item View Item