PERBEDAAN LOKASI KEKERUHAN KATARAK PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DIBANDINGKAN DENGAN PASIEN BUKAN DIABETES MELLITUS DI RSUD BENDAN KOTA PEKALONGAN

MELATI, RAHMA, H2A012016 (2016) PERBEDAAN LOKASI KEKERUHAN KATARAK PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DIBANDINGKAN DENGAN PASIEN BUKAN DIABETES MELLITUS DI RSUD BENDAN KOTA PEKALONGAN. Undergraduate thesis, UNIMUS.

[img]
Preview
Text
Skripsi Rahmah Melati.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Latar Belakang: Katarak merupakan penyebab kebutaan terbanyak di dunia. Katarak memiliki angka prevalensi yang cukup tinggi yaitu 1,8% dari total kelainan mata di Indonesia. Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit yang dapat menyebabkan katarak. Orang dengan diabetes mellitus memiliki kecenderungan untuk terkena katarak kortikal dan subkapsularis posterior. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan lokasi kekeruhan katarak pada pasien diabetes mellitus dibandingkan dengan pasien bukan diabetes mellitus. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain cross sectional yang dianalisis dengan uji statistik dengan tingkat kemaknaan 95% yang meliputi analisis univariat dan bivariat terhadap variabel status diabetes mellitus dan lokasi kekeruhan katarak. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 85 pasien yang datang ke poli mata RSUD BENDAN Kota Pekalongan. Pasien yang datang langsung dilakukan wawancara untuk mengetahui riwayat diabetes mellitus, kemudian dilakukan pemeriksaan gula darah dan status katarak ( terutama menentukan tingkatan dan letak kekeruhan katarak). Hasil: Hasil analisis variabel diabetes mellitus dengan letak kekeruhan katarak lensa menunjukan bahwa dari 85 sampel, katarak kortikal pada pasien dengan diabetes mellitus memiliki nilai OR=0,697; p=0,440 yamg berarti tidak ada perbedaan yang bermakna dengan pasien bukan diabetes mellitus, katarak nuklear pada pasien dengan diabetes mellitus memiliki nilai OR=0,712; p=0,438 yang berarti tidak memiliki perbedaan yang bermakna dengan pasien bukan diabetes mellitus, sedangkan untuk katarak subkapsularis posterior pada pasien dengan diabetes mellitus memiliki nilai OR=5,294; p=0,026 yang menunjukan ada perbedaan yang bermakna dengan pasien bukan diabetes mellitus. Simpulan: Ada perbedaan yang bermakna untuk katarak subkapsularis posterior pada pasien diabetes mellitus dibandingkan dengan pasien bukan diabetes mellitus dan resiko untuk terkena katarak 5x lebih besar pada apsien diabetes mellitus dibandingkan bukan pasien diabetes mellitus. Untuk katarak nuklear dan kortikal tidak menunjuksn perbedaan yang bermakna pada pasien diabetes mellitis dibandingkan dengan pasien bukan diabetes mellitus

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > RE Ophthalmology
Divisions: Faculty of Medical > S1 Medical
Depositing User: perpus unimus
Date Deposited: 05 Apr 2017 03:23
Last Modified: 26 Apr 2017 04:48
URI: http://repository.unimus.ac.id/id/eprint/241

Actions (login required)

View Item View Item