PROFIL PROTEIN BERBASIS SDS-PAGE PADA ULAT SAGU (Rhynchophorus Ferruginesus) HASIL PENGERINGAN DENGAN GARAM DAN TANPA GARAM

Fahima, Aufit, G1C217026 (2018) PROFIL PROTEIN BERBASIS SDS-PAGE PADA ULAT SAGU (Rhynchophorus Ferruginesus) HASIL PENGERINGAN DENGAN GARAM DAN TANPA GARAM. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Semarang.

[img]
Preview
Text
MANUSCRIPT.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (806kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (834kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (522kB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (586kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (810kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (806kB) | Preview

Abstract

Ulat sagu merupakan sumber protein hewani yang potensial karena mudah dicerna, namun memiliki suatu kelemahan yaitu mudah membusuk. Untuk menghindari pembusukan pada ulat sagu pengawetan dengan pengeringan dan penggaraman dapat dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk menentukan profil protein ulat sagu hasil pengeringan dengan garam dan tanpa garam berdasarkan SDS-PAGE. Sampel penelitian yang digunakan ulat sagu, yang diberi perlakuan: 1) dikeringkan pada suhu 50 °C dengan garam dan 2) tanpa garam, serta 3) digarami tanpa pengeringan menggunakan oven selama 1 jam. Hasil penelitian menunjukkan sampel kontrol memiliki total 26 pita dengan 6 pita mayor serta 20 pita minor. Sampel yang dikeringkan pada suhu 50 °C menggunakan oven selama 1 jam tanpa penggaraman memiliki 21 pita dengan 4 pita mayor dan 17 pita minor. Sampel yang digarami dengan konsentrasi 10% (b/b) selama 1 jam memiliki 24 pita dengan 5 pita mayor serta 19 pita minor. Sedangkan sampel yang dikeringkan dan digarami konsentrasi 10% (b/b) pada suhu 50°C menggunakan oven selama 1 jam memiliki 19 pita dan terdapat 3 pita mayor serta 16 pita minor. Berdasarkan hasil penelitian ini, pengawetan ulat sagu dengan penggaraman 10% (b/b) lebih disarankan dibandingkan pemanasan dengan oven pada 50°C selama 1 jam. Hal ini karena tingkat denaturasi dalam pengawetan dengan penggaraman lebih rendah sebagaimana terlihat pada penurunan jumlah pita protein pada profil proteinnya yang lebih sedikit dibandingkan pengawetan dengan pemanasan oven. Kata Kunci : Ulat Sagu, Pengeringan, Penggaraman, Profil Protein, SDS-PAGE.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Call Number: 202/D4.Ana/1/2019
Contributors Thesis: 1. Dr. Ana Hidayati Mukaromah, M.Si 2. Dr. Stalis Norma Ethica, M.Si
Subjects: R Medicine > Health Analyst
Divisions: Faculty of Nursing and Health > D4 Health Analyst
Depositing User: perpus unimus
Date Deposited: 19 Mar 2019 02:25
Last Modified: 19 Mar 2019 02:25
URI: http://repository.unimus.ac.id/id/eprint/3090

Actions (login required)

View Item View Item