PERBEDAAN PENGGUNAAN XYLOL (XYLENE) DAN TOLUOL (TOLUENE) PADA PROSES CLEARING TERHADAP KUALITAS PREPARAT AWETAN PERMANEN Cimex lectularius

Lael, Baety Fauziah, G1C014035 (2018) PERBEDAAN PENGGUNAAN XYLOL (XYLENE) DAN TOLUOL (TOLUENE) PADA PROSES CLEARING TERHADAP KUALITAS PREPARAT AWETAN PERMANEN Cimex lectularius. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Semarang.

[img]
Preview
Text
Manuscript.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (378kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (361kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (477kB) | Preview
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (281kB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (886kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (336kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (352kB) | Preview

Abstract

Proses pembuatan preparat awetan permanen meliputi perendaman KOH 10%, dehidrasi, clearing, dan mounting. Clearing merupakan proses penjernihan yang menjadikan struktur dari morfologi suatu objek menjadi jelas, jernih dan transparan dengan menggunakan larutan tertentu. Dalam penelitian ini digunakan clearing agent berupa xylol (xylene) dan toluol (toluene). Perbedaan Xylol dengan Toluol, Xylol tidak ramah lingkungan, mudah terbakar, harga lebih mahal, sedangkan toluol lebih ramah lingkungan karena terbuat dari pohon tolu yang digunakan sebagai minyak bumi mentah, harga lebih terjangkau,memiliki kandungan karbon yang sama dengan xylol yang bersifat menjernihkan.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kualitas preparat awetan permanen Cimex lectularius dengan proses clearing menggunakan xylol dan toluol. Sampel penelitian yaitu Cimex lectularius stadium dewasa. Clearing dengan menggunakan xylol agent diperoleh hasil skoring 6 preparat baik, 9 preparat cukup baik, dan 1 preparat buruk. Clearing dengan menggunakan toluol agent diperoleh hasil skoring 14 preparat baik, 2 preparat cukup baik, 0 preparat buruk. Dalam penelitian ini terdapat perbedaan yang signifikan yaitu nilai 0,014 < 0,05. Pembuatan preparat awetan permanen lebih jernih menggunakan toluol agent dibandingkan dengan menggunakan xylol agent. Kata kunci : Xylol (Xylene), Toluol (Toluene), Clearing

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Call Number: 259/D4.Ana/III/2019
Contributors Thesis: 1. Dr. Budi Santosa, M. Si.Med 2. Tulus Ariyadi, SKM, M.Si
Subjects: R Medicine > Health Analyst
Divisions: Faculty of Nursing and Health > D4 Health Analyst
Depositing User: perpus unimus
Date Deposited: 08 May 2019 01:57
Last Modified: 08 May 2019 02:45
URI: http://repository.unimus.ac.id/id/eprint/3189

Actions (login required)

View Item View Item