AKTIVITAS KEFIR DAN ISOLAT BAKTERI ASAM LAKTAT DARI KEFIR DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus

Gunawan, I Agus Adi, G1C217239 (2018) AKTIVITAS KEFIR DAN ISOLAT BAKTERI ASAM LAKTAT DARI KEFIR DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Semarang.

[img]
Preview
Text
full manuskrip.pdf

Download (844kB) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (430kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (421kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (493kB) | Preview
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (469kB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (542kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (397kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (400kB) | Preview

Abstract

Kefir merupakan produk susu yang dihasilkan dalam proses fermentasi bakteri dan khamir yang dapat digunakan sebagai probiotik. Bakteri Asam Laktat menghasilkan senyawa antimikroba sebagai bakteri probiotik yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen Gram negatif maupun Gram positif salah satunya Staphylococcus aureus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas kefir dan isolat BAL dari kefir dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus. Sampel kefir diperoleh dari Rumah Produksi Kefir di Kabupaten Semarang. Isolasi bakteri berdasarkan pertumbuhan bakteri pada media MRS agar yang ditambahkan dengan CaCO 1%. Uji kemampuan aktivitas kefir dan isolat BAL dalam menghambat S.aureus dengan menggunakan metode difusi sumuran,dianalisa berdasarkan Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 4 isolat BAL, yang terdiri dari 3 isolat teridentifikasi genus Lactobacillus (K1, K7a dan K7b) dan 1 isolat teridentifikasi genus Pediococcus (K6). BAL yang teridentifikasi Pediococcus (K6) menunjukkan zona hambat paling besar yaitu 22,16 mm (suspensi) dan 20,37 mm (supernatan). Lactobacillus (K7b) menunjukkan zona hambat paling besar yaitu sebesar 18,5 mm (suspensi) dan 20,5 mm (supernatan) sedangkan pada isolat Kefir (K) menunjukkan zona hambat sebesar 20,62 mm (suspensi) dan 18,87 (supernatan). Berdasarkan hasil uji Kruskal-Wallis diperoleh nilai signifikan sebesar p=0,000 (p<0,05) terdapat perbedaan yang bermakna pada Kefir dan isolat BAL dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus. Kata kunci : Antimikroba, Bakteri Asam Laktat, Staphylococcus aureus.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Call Number: 335/D4Ana/IV/2019
Contributors Thesis: 1. Dra. Sri Sinto Dewi M.Si.Med 2. Wildiani Wilson, MSc
Subjects: R Medicine > Health Analyst
Divisions: Faculty of Nursing and Health > D4 Health Analyst
Depositing User: perpus unimus
Date Deposited: 28 May 2019 03:08
Last Modified: 28 May 2019 03:08
URI: http://repository.unimus.ac.id/id/eprint/3287

Actions (login required)

View Item View Item