PERBANDINGAN EFEKTIVITAS AROMA TERAPI JAHE DENGAN MINUMAN JAHETERHADAP INTENSITAS MUAL PASIEN PASKA KEMOTERAPI

NURAINI, DWI, G2A217040 (2019) PERBANDINGAN EFEKTIVITAS AROMA TERAPI JAHE DENGAN MINUMAN JAHETERHADAP INTENSITAS MUAL PASIEN PASKA KEMOTERAPI. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Semarang.

[img] Text
Full text.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Kemoterapi menyebabkan efek samping mual yang berat bagi pasien sehingga diperlukan penanganan mual tersebut. Salah satu penanganan nonfarmakologi adalah terapi komplementer yaitu pemberian aroma terapi jahe dan minuman jahe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas antara aroma terapi jahe dan minuman jahe terhadap intensitas mual pada pasien paska kemoterapi. Jenis penelitian ini adalah komparasi dengan design penelitian quasy experimentaltwo groups pretest – postest with control, dimana jumlah sampel 171 pasien yang menjalani kemoterapi yang dibagi menjadi 3 grup : grup A mendapatkan aroma terapi jahe 3 kali sehari dan grup M mendapatkan minuman jahe 2 kali sehari, sedangkan grup K (kontrol)tidak diberikan perlakuan. Sebelum diberikan perlakuan semua pasien dinilai tingkat mual dengan skor KIN dan pada hari ke-4 paska kemoterapi dinilai ulang skor mual dengan menggunakan KIN. Hasil penelitian menunjukkan pada kelompok Aroma terapi jahe 24 (42,1%) responden dengan skor mual ringan sebelum diberikan perlakuan meningkat menjadi 51 responden (89,5%) dengan mual ringan setelah perlakuan. Untuk kelompok Minuman jahe 30 responden (52,6%) mual ringan sebelum perlakuan meningkat menjadi 52 responden (91,2%) mual ringan setelah perlakuan. Untuk kelompok Kontrol skor mual awal 15 responden (26,3%) dengan mual ringan setelah tidak diberikan perlakuan mual ringan menjadi 18 (31,6%). Dengan uji Wilcoxonperbedaan tingkat mual sebelum dan sesudah diberikan aroma terapi jahe sebesar P=0,000 < 0,05 begitu pula minuman jahe sebesar P=0,000 < 0,05 sehingga disimpulkan ada perbedaan tingkat mual setelah pemberian aroma terapi jahe dan minuman jahe. Sedangkan untuk kelompok kontrol P=0,083 > 0,05 disimpulkan tidak ada perbedaan tingkat mual. Dengan demikian aroma terapi jahe dan minuman jahe bisa dipertimbangan sebagai terapi alternatif untuk mengurangi mual pada pasien paska kemoterapi. Kata Kunci: Kemoterapi, aroma terapi, jahe, minuman jahe, komplementer.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Call Number: 098/S1.Kep/XI/2019
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Faculty of Nursing and Health > S1 Nursing
Depositing User: User Unimus
Date Deposited: 29 Jan 2020 10:30
Last Modified: 29 Jan 2020 10:30
URI: http://repository.unimus.ac.id/id/eprint/3420

Actions (login required)

View Item View Item