DISTRIBUSI RHODAMIN B PADA BEBERAPA JENIS KERUPUK ( STUDI KASUS DI PASAR WILAYAH PUSKESMAS MRANGGEN III )

KARTINI, DWI, A2A214038 (2017) DISTRIBUSI RHODAMIN B PADA BEBERAPA JENIS KERUPUK ( STUDI KASUS DI PASAR WILAYAH PUSKESMAS MRANGGEN III ). Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Semarang.

[img]
Preview
Text
6. ABSTRAK.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
11. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Latar Belakang : Rhodamin B merupakan salah satu bahan berbahaya yang dilarang penggunaannya dalam pangan namun masih sering digunakan dengan sengaja oleh produsen makanan. Menurut hasil studi pendahuluan di 5 pasar wilayah kerja Puskesmas Mranggen III, banyak dijual kerupuk jenis kerupuk bawang, kerupuk tayamum dan krupuk sempe. Hasil uji laboratorium dari 7 sampel kerupuk terdapat 5 sampel yang positif mengandung rhodamin B. Tujuan : Untuk mengetahui distribusi rhodamin B pada beberapa jenis kerupuk studi di pasar wilayah kerja Puskesmas Mrangen III. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif. Metode penelitian dengan survey dan mengunakan pendekatan cross sectional. Populasi yaitu seluruh tempat pedagang kerupuk jenis bawang, tayamum dan sempe di 5 pasar di wilayah kerja Puskesmas Mranggen III sejumlah 51 pedagang dengan sampel diperoleh sebanyak 34 sampel. Variabel bebas adalah jenis kerupuk, dan variabel Terikat yaitu keberadaan rhodamin B. Teknik sampling menggunakan proposional random sampling. Analisis data menggunakan tabel silang, uji chi-square serta analisis spasial. Hasil : Sebagian besar kerupuk bawang positif mengandung rhodamin B sebanyak 8 sampel (66,7%). Mayoritas kerupuk tayamum positif mengandung rhodamin B sebanyak 10 sampel (90,9%). Sebagian kecil kerupuk sempe positif mengandung rhodamin B sebanyak 4 sampel (36,4%). Keberadaan rhodamin B terbanyak berada di pasar Mranggen, sedangkan paling sedikit ditemukan di pasar Pucang Gading. Hasil dari uji Chi-square penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan keberadaan rhodamin B berdasarkan masing-masing jenis kerupuk (p= 0,029 < 0,05). Kesimpulan : Ada perbedaan keberadaan rhodamin B berdasarkan masing-masing jenis kerupuk. Kata kunci: Rhodamin B, Kerupuk

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Call Number: 005/S1FKM/V/2017
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions: Faculty of Public Health > S1 Public Health
Depositing User: Unnamed user with email magang@undip.ac.id
Date Deposited: 06 Jul 2017 02:42
Last Modified: 30 Jan 2018 06:26
URI: http://repository.unimus.ac.id/id/eprint/377

Actions (login required)

View Item View Item