FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN UNSAFE ACTION PADA PEKERJA BENGKEL(Studi di Bengkel Motor Sekitar UNIMUS Kecamatan Tembalang Semarang)

Rukmana,Yessy Lia Alfiani, A2A012018 (2017) FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN UNSAFE ACTION PADA PEKERJA BENGKEL(Studi di Bengkel Motor Sekitar UNIMUS Kecamatan Tembalang Semarang). Sarjana (S1/D4) thesis, Universitas Muhammadiyah Semarang.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB_II.PDF

Download (2MB) | Preview
[img] Text
BAB_III.PDF
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
[img] Text
BAB_IV.PDF
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
BAB_V.PDF

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR_PUSTAKA.PDF

Download (2MB) | Preview

Abstract

Latar belakang: Unsafe action merupakan tindakan dari seseorang yang memperbesar kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja. Unsafe action bisa terjadi di bengkel motor karena pekerja mekanik berisiko melakukan unsafe action yang menyebabkan kecelakaan kerja. Faktor penyebab terjadinya unsafe action yaitu faktor internal, seperti: usia, masa kerja, kurangnya pengetahuan, persepsi, sikap pekerja (misal penggunaan APD), kepatuhan, kelelahan, kecerobohan dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan faktor umur, masa kerja, pengetahuan tentang bahaya dan risiko, penggunaan APD, dan kepatuhan terhadap SOP dengan unsafe action pada pekerja mekanik bengkel. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan dianalisis dengan uji rank spearman. Sampel yang digunakan ialah total populasi sebanyak 35 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan lembar checklist. Hasil: mayoritas umur pekerja ialah dewasa awal (91,4%), sebagian besar masa kerja pekerja ialah lama(65,7%), pengetahuan bahaya dan risiko pekerja sebagian besar cukup (57,1%), mayoritas pekerja tidak memakai APD lengkap (91,4%) dengan frekuensi pemakaian 5-7 hari, mayoritas pekerja tidak patuh SOP (94,3%) dan semua pekerja berkategori unsafe action. Ada hubungan umur (p=0,013), masa kerja (0,009), pengetahuan bahaya dan risiko (0,003), penggunaan APD (p=0,003), kepatuhan terhadap SOP (p=0,000) dengan unsafe action. Kesimpulan: ada hubungan antara umur, masa kerja, pengetahuan bahaya dan risiko, penggunaan APD, dan kepatuhan terhadap SOP dengan unsafe action. Kata kunci: Unsafe Action, faktor penyebab, mekanik

Item Type: Thesis (Sarjana (S1/D4))
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions: Faculty of Public Health > S1 Public Health
Depositing User: Unnamed user with email magang@undip.ac.id
Date Deposited: 10 Jul 2017 03:13
Last Modified: 10 Jul 2017 03:13
URI: http://repository.unimus.ac.id/id/eprint/382

Actions (login required)

View Item View Item