KESEHATAN MENTAL REMAJA PADA KOMUNITAS BROKEN HOME DI KOTA SEMARANG

Yulianingsih, Dwi, G2A218036 (2020) KESEHATAN MENTAL REMAJA PADA KOMUNITAS BROKEN HOME DI KOTA SEMARANG. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Semarang.

[img]
Preview
Text
Cover Depan.pdf

Download (296kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (387kB) | Preview
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (407kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (536kB) | Preview
[img] Text
Bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (338kB) | Request a copy
[img] Text
Bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (633kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (283kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (474kB) | Preview

Abstract

Kondisi keluargayang tidak harmonis membawa pengaruh pada perilaku remaja yang cenderung kearah negatif. Remaja broken home butuh perhatian, teman bicara, rasa aman, nyaman dari orang tua. Keberadaan komunitas broken home memberikan wadah dimana anak broken home dapat saling bercerita bertukar pengalaman, memberikan rasa berani menerima keadaan yang dialami, rasa tenang mereka tidak sendiri. Hal tersebut diatas diambil perumusan masalah yaitu bagaimana keadaan kesehatan mental remaja pada komunitas broken home di kota Semarang”. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengalaman remaja di komunitas broken home kota Semarang dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif (qualitative Research), pendekatan fenomenologis yang berdasarkan kejadian atau pengalaman yang dialami remaja di komunitas hroken home ada di Kota Semarang. Wawancara dilakukan pada bulan Januari-Febuari 2020 dengan tiga partisipan. Hasil yang diperoleh dari pernyataan partisipan bahwa pengalaman perasaan saat mengalami broken home yaitu merasakan kecewa, sedih, sakit terhadap perceraian orang tua dan merasa minder, sampai di bulli oleh teman sendiri, diejek dan tidak diterima di masyarakat. Mereka hidup dengan salah satu orang tua mereka, atau tidak kedua. Dukungan diperoleh dari teman, keluarga (nenek, bude), saudara. Orang tua setelah bercerai orang tua tidak tanggung jawab lagi atau tidak perduli pada anak. Mengatasi masalah remaja broken home cenderung melakukan hal negatif ada yang terjebak narkoba, minum minuman keras, merokok, suka berkata jorok atau kotor, pergi dari rumah. Manfaat yang diperoleh salah satunya memilik lebih banyak teman senasib, ada teman sharing, timbul rasa bersyukur masih ada orang lain yang lebih menderita, tidak merasa sendiri, saling memberi semangat, nasehat dan motivasi. Kesimpulan yang dapat diambil bahwa keberadaan komunitas broken home Semarang membawa pengaruh pada kesehatan mental yang positif. Rekomendasi penelitian ini agar pemerintah lebih mendukung keberadaan komunitas broken home. Kata kunci : broken home, komunitas, remaja

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors Thesis: Dr. Ns. M. Fatkhul Mubin., M.Kep.,Sp.Jiwa
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Faculty of Nursing and Health > S1 Nursing
Depositing User: perpus unimus
Date Deposited: 07 Apr 2021 02:39
Last Modified: 07 Apr 2021 02:39
URI: http://repository.unimus.ac.id/id/eprint/4371

Actions (login required)

View Item View Item