Rakhmawatie, Maya Dian and Mustofa, Mustofa and Wibawa, Tri and Lisdiyanti, Puspita (2022) ANALISIS PROFIL METABOLIT SEKUNDER EKSTRAK INTRASEL DAN EKSTRASEL DARI AKTINOBAKTERIA INACC A759. Other thesis, Universitas Muhammadiyah Semarang.
![]() |
Text
Laporan Penelitian 20212022 - Maya.pdf Restricted to Repository staff only Download (421kB) |
Abstract
Aktinobakteria InaCC A759 mempunyai potensi untuk menghasilkan metabolit sekunder yang mempunyai aktivitas antibakteri. Pada penelitian ini, metabolit sekunder Aktinobakteria InaCC A759 disari dari intraseluler dan ekstraseluler. Metabolit intraseluler merupakan metabolit yang didapatkan dari sel Aktinobakteria InaCC A759 dan dapat bercampur antara metabolit primer dan sekunder. Metabolit ekstraseluler merupakan metabolit yang dilepaskan oleh Aktinobakteria InaCC A759 di media pertumbuhannya, yaitu media kaldu SYP (Starch Yeast Peptone). Kedua jenis metabolit sekunder dari intrasel atau ekstrasel dapat mempunyai perbedaan aktivitas ataupun senyawa yang terkandung didalamnya. Oleh sebab itu penelitian ini menguji aktivitas antibakteri dari metabolit sekunder intraseluler (ekstrak intraseluler) dan metabolit sekunder ekstraseluler (ekstrak ekstraseluler) Aktinobakteria InaCC A759. Metode uji aktivitas antibakteri menggunakan metode two-fold microdilution dengan pewarnaan resazurin. Berdasarkan hasil uji aktivitas, ditemukan bahwa ekstrak intraseluler dan ekstraseluler Actinobacteria InaCC A759 memiliki aktivitas yang berbeda dalam menghambat pertumbuhan M. smegmatis. Nilai Minimum Inhibitory Concentration (MIC) ekstrak untuk menghambat pertumbuhan M. smegmatis adalah 50 µg/mL (intraseluler) dan 25 µg/mL (ekstraseluler). Perbedaan aktivitas membuat penelitian dilanjutkan untuk melihat perbedaan senyawa yang terkandung dikedua jenis ekstrak. Pembuatan profil metabolit sekunder Aktinobakteria InaCC A759 dilakukan menggunakan Spektrometri Massa Resolusi Tinggi (HR-MS). Hasil profil metabolit sekunder menyatakan bahwa terdapat perbedaan senyawa utama antara kedua ekstrak Actinobacteria InaCC A759. Senyawa utama ekstrak intraseluler adalah n-acetyltyramine (C10H13NO2/179.0945) (24,24%), sedangkan senyawa utama ekstrak ekstraseluler adalah asam palmitat (C16H32O2/273.27034) (86,92%). Hasil penelitian kemudian dituliskan dalam bentuk artikel publikasi yang disubmit ke “Asian Congress on Biotechnology in conjunction with International Symposium on Biomedical Engineering”.
Item Type: | Thesis (Other) |
---|---|
Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
Divisions: | Jabatan Fungsional > Maya Dian Rakhmawatie |
Depositing User: | perpus unimus |
URI: | http://repository.unimus.ac.id/id/eprint/8508 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |