HUBUNGAN KEBIASAAN KONSUMSI JUNK FOOD DENGAN INDEKS MASA TUBUH (IMT) PADA ANAK SDN 01 SAMBIROTO KOTA SEMARANG

Azmawati, Dian, G0B014003 (2017) HUBUNGAN KEBIASAAN KONSUMSI JUNK FOOD DENGAN INDEKS MASA TUBUH (IMT) PADA ANAK SDN 01 SAMBIROTO KOTA SEMARANG. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Semarang.

[img]
Preview
Text
Abstract.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Anak usia sekolah adalah anak yang berusia 6-12 tahun, memiliki fisik lebih kuat, memiliki sifat individual juga aktif dan tidak bergantung pada orang tua. Pada masa ini anak mudah terpengaruh oleh lingkungan dan gaya hidup, salah satunya adalah pola konsumsi seperti konsumsi junk food. Junk food adalah makanan yang tidak sehat dan memiliki sedikit nilai gizi. Tingkat konsumsi seseorang dapat berpengaruh pada Indeks Masa Tubuh. Indeks Masa Tubuh adalah petunjuk untuk menentukan kelebihan atau kekurangan berat badan pada tubuh seseorang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi junk food dengan Indeks Masa Tubuh (IMT) pada anak SDN 01 Sambiroto Semarang. Jenis penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel penelitian 41 anak yang diambil dengan metode sistematis random sampling. Frekuensi konsumsi junk food dalam kali perbulan dan keragaman konsumsi junk food diukur dengan metode Food Frequency (FFQ). Indeks Masa Tubuh diukur dengan BB (kg) /TB (m²). Berat badan diukur dengan timbangan injak, sedang tinggi badan diukur dengan mikrotoa. Standar Indeks Masa Tubuh yang dipakai adalah WHO AnthroPlus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden mengkonsumsi junk food rata-rata 110,49 kali dalam satu bulan dengan berkisar antara 121 – 140 kali. Tingkat keragaman junk food yang dikonsumsi responden, rata rata 14,61 jenis berkisar antara 15 – 16 jenis junk food dalam satu bulan. 61,0 % responden berstatus gizi normal, diukur dengan Indeks Masa Tubuh menurut umur. Hasil analisis uji Korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan antara frekuensi konsumsi junk food dengan Indeks Masa Tubuh (p=0,035). Tidak ditemukan adanya hubungan antara keragaman konsumsi junk food dengan Indeks Masa Tubuh (p=0,119). Frekuensi mengkonsumsi junk food berhubungan positif dengan kelebihan berat badan pada anak, sehingga perlu dikendalikan. Kata Kunci : Anak SD, Junk Food, Indeks Masa Tubuh

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > Nutrition
Divisions: Faculty of Nursing and Health > D3 Nutrition
Depositing User: perpus unimus
Date Deposited: 18 Oct 2017 04:26
Last Modified: 18 Oct 2017 04:26
URI: http://repository.unimus.ac.id/id/eprint/736

Actions (login required)

View Item View Item